Prof. Dr. H. Paisal Halim, M.Hum

Di Atas Langit Masih Ada Langit

CARA KERJA SANG MALAIKAT

SETIAP orang beriman pasti meyakini bahwa Malaikat meru­pakan salah satu makhluk ciptaan Allah Swt. Sebagai mahluk ciptaan Allah, Malaikat mempunyai nama semisal manusia. Misalnya, Malaikat Israil,’Malaikat Rakib dan Malaikat Atid. Malaikat ini memiliki tugas yang berbeda-beda. Malaikat Israil khusus ditugasi untuk mencabut nyawa; Malaikat Rakib men­catat amal kebajikan dan Malaikat Atid mencatat amal kejaha­tan manusia.

Malaikat ini sangat patuh, tekun, jujur, dan adil. la kebal den­gan godaan, rayuan maupun bujukan. la bekerja sangat profe­sional dan tidak pernah membuat kesalahan sedikitpun dalam melaksanakan tugasnya. Malaikat Israil misalnya, sejak ia dicip­takan hingga akhir zaman tugasnya hanya satu yakni men­cabut nyawa yang telah tiba waktunya di mana pun mahluk yang bernyawa itu berada.

Cara mencabutnya pun beraneka ragam. Bagi manusia misal­nya, ada yang dicabut nyawanya dalam keadaan sakit; namun ada pula yang dicabut dalam keadaan sehat. Ada yang dicabut dalam keadaan sedang membaca surat kabar; sedang ke pasar; sedang ke kantor, dan sedang bekerja. Bahkan. tidak sedikit yang dicabut dalam keadaan sedang olahraga, sedang mandi, sedang shalat, sedang tertawa; sedang indehoi, sedang meng­hitung uang; sedang memimpin rapat dan lain sebagainya.

Fenomena di atas mengingatkan pada manusia agar selalu waspada akan kedatangan malaikat maut itu. Sebab kematian merupakan ketentuan Ilahi dan Malaikat pencabut nyawa han­ya sekedar melaksanakan tugas semata. Demikian pula dengan Malaikat Rakib dan Atid. Malaikat ini khusus ditugasi untuk “merekam ” apa pun yang manusia perbuat. Karena bekerjanya sangat teliti dan profesional sehingga tidak ada satu pun per­buatan manusia yang lolos dari rekamannya. Karena itu sungguh sangat berbabagialah orang yang semasa hidupnya selalu mawas diri dan banyak berbuat amal kebajikan; sebaliknya sung­guh sangat celakalah manusia yang semasa hidupnya banyak menebar fitnah, banyak merusak karir seseorang; banyak “menggigit” lawan politiknya, banyak menjatuhkan teman se­jawat dan lain sebagainya.

Betapa tidak, seluruh perbuatan tersebut direkam oleh Malaikat Rakib dan Atid. Hasil rekaman ini disimpan rapi dalam satu berkas perkara masing-masing orang. Dan berkas tersebut selalu siap diajukan dalam persidangan apa pun. Dengan me­mahami cara kerja Sang “Malaikat” tersebut maka sebagai or­ang yang beriman sudah sepatutnya kita selalu melakukan in­strospeksi diri. hadap diri dan mawas diri. Sebab kita yakin bahwa tidak ada satu pun perbuatan manusia yang lolos dari “rekaman kerja sang Malaikat”. Apatah lagi kita meyakini bah­wa “undangan” kematian itu sudah lama dicetak. petugasnya pun telah keliling mengedarkannya. Rumah demi rumah silih berganti di datangi; alamat demi alamat telah dicatat; bahkan daftar nama-nama yang akan dijemput pun telah berada di tan­gannya. Kita khawatir jangan sampai giliran menerima undangan kematian itu tertuju pada diri kita.

Satu-satunya sikap yang paling baik untuk menjemput undangan itu tiada lain adalah banyak beristighfar; banyak ber­buat amal kebajikan. Selain itu kita juga harus berusaha meny­ingkirkan sikap dan perilaku suka menebar fitnah, menebar gos­sip dan issu yang dapat merusak karir orang lain. Sebab Bagin­da Rasulullah SAW “bersumpah” atas nama Allah sebanyak tiga kali dan menyatakan bahwa orang yang bersikap seperti itu “tidak beriman”.

Semoga saja Tuhan senantiasa memercikkan hidayah-Nya dalam sanubari kita, baik pada saat menjemput “undangan” Malaikat maut maupun saat menerima “buku laporan” Malaikat Rakib dan Atid. Semoga!

Filed under: Opini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Welcome Myspace Comments

Penulis

Waktu

Tulisan-tulisan yang telah dimuat di berbagai media cetak lokal seperti Palopo Pos, Harian Fajar, Majalah Payung Luwu dan BUletin BPSDM yang memaparkan tentang fenomena sosial yang terjadi di Indonesia serta karya-karya yang bernafaskan Islam.

Anda Pengunjung Ke

Telah dikunjungi oleh

  • 119,407 pembaca

Deteksi Lokasi

Terima Kasih Kunjungannya

Thank You Myspace Comments
%d bloggers like this: