Prof. Dr. H. Paisal Halim, M.Hum

Di Atas Langit Masih Ada Langit

HAJI DENGAN MISTERI PROBLEM

JAMAAH haji dari berbagai daerah baru saja kembali ke tanah air. Mereka masing-masing mem­bawa kenangan, pengalaman dan berbagi cerita. Orang di sekitarnya pun kini memanggil mereka dengan haji bagi Iaki-laki dan hajjah bagi perempuan. Di berbagai tempat. ada orang yang tidak mau dipanggil haji. adapula yang marah bila tidak dipanggil haji. Demikian pun dengan ber­pakaian, ada yang suka memakai topi haji dan sorban, adapula yang tampil biasa-biasa saja. Kesemuanya itu bergantung pada pribadi masing-masing.

Namun perlu dipahami bahwa panggilan dan ber­pakaian haji bukanlah ukuran kehormatan atau mam­brur haji seseorang melainkan hanyalah simbol be­laka. Ukuran kehormatan atau mabrurnya haji ban­yak ditentukan oleh adanya perubahan sikap, perubahan perilaku dan perubahan kedekatan kepada Ilahi yang lebih positif dibanding sebelum haji.

Bila kita bersilatuhrahmi pada orang yang sudah haji, banyak cerita `misteri’ yang patut untuk dire­nungkan, baik bagi jamaah haji sendiri maupun bagi calon jamaah haji. Cerita misteri tersebut ada yang menyedihkan, membingungkan dan ada pula yang menggembirakan. Meskipun demikian, cerita jamaah haji tersebut tetap bernuansa misteri problem. Betapa tidak, kehebatan, kekuatan, kebesaran, pengalaman, yang diunggulkan manusia tidak dapat di­andalkan sepenuhnya, sebab tidak sedikit orang yang memiliki dan menonjolkan predikat itu mendapat ujian bahkan teguran Iangsung dari Allah S WT, di tanah suci.

Adapun sebagian pengalaman jamaah yang ber­nuansa misteri problem dan sekian banyak, peristi­wa tersebut adalah sebagai berikut:

1. Seorang jamaah dengan bangga memproklamirkan dirinya bahwa ia telah berulang kali ke tanah suci sehingga ia tahu semu, lorong jalan dan tempat ziarah di Kota Mekkah. Suatu hari jamaah tersebut tiba-tiba hilang dalam beberapa hari sehingga ketua regu dan rombongan sibuk mencarinya. Meskipun telah dicari di berbagai tempat namun belum jua ditemukan. Anehnya, sang jamaah ini ditolong oleh orang tua asal Indonesia yang baru kali ini ke tanah suci. Menurut sang  penolong ia menemukan orang tersebut tersesat di masjidil haram karena tidak melihat pintu keluar masjid. Menurut logika ini tidak mungkin terjadi tetapi inilah yang terjadi.

2. Seorang jamaah yang berpostur tubuh besar dengan bangga menceritakan kehebatannya mencium berulang kali hajratul aswad. Suatu hari  ia mengajak beberapa rekan untuk membuktikan ke­hebatannya. Ketika tawaf, dengan rasa takabur menyerobot dan menyikut berbagai jamaah yang ada di depan dan di samping. Entah bagaimana ada orang lain menyikut jamaah ini dan akhinya ter­jatuh. Beberapa rekan berusaha menolong namun tidak sanggup karena ribuan orang menginjaknya dan seketika itu juga ia mati di tempat. Peristiwa ini lagi-lagi Tuhan menunjukkan isyarat kepada manu­sia untuk tidak tinggi hati di tanah suci.

3: Seorang nenek berusia kurang lebih 65 tahun. Ia kelihatannya sangat lemah, kurus, pucat dan tidak memiliki pengalaman. Ketika akan berangkat ke tanah suci, keluarga di tanah air telah menitipkan harapan kepada ketua regu, dan rombongan untuk memperhatikannya. Namun apa yang terjadi ketika tiba di Mekkah, justru sang nenek inilah banyak memberikan pertolongan baik di Madinah mau­pun di Mekkah. Bahkan ia sempat mencium hajrat­ul aswad dengan mudah berkat ridha Illahi.

Kita berharap semoga dengan cerita di atas dapat menggugah nurani kita semua untuk Iebih meyaki­ni bahwa di tanah suci sungguh banyak peristiwa yang bernuansa `misteri problem’ dan hanya orang – orang yang mendapatkan nur-Illahi yang, mampu menarik hikmah di balik peristiwa misteri problem tersebut.(*)

Filed under: Opini

One Response

  1. Adam says:

    subhanallah, super sekali pak!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Welcome Myspace Comments

Penulis

Waktu

Tulisan-tulisan yang telah dimuat di berbagai media cetak lokal seperti Palopo Pos, Harian Fajar, Majalah Payung Luwu dan BUletin BPSDM yang memaparkan tentang fenomena sosial yang terjadi di Indonesia serta karya-karya yang bernafaskan Islam.

Anda Pengunjung Ke

Telah dikunjungi oleh

  • 119,407 pembaca

Deteksi Lokasi

Terima Kasih Kunjungannya

Thank You Myspace Comments
%d bloggers like this: