Prof. Dr. H. Paisal Halim, M.Hum

Di Atas Langit Masih Ada Langit

MENUDUH TUHAN WANPRESTASI

DALAM hidup ini tidak sedikit manusia sering `ber-ulah’ di hadapan sang Pencipta dan di hadapan sesamanya. Ada manusia berulah menyenangkan„ada pula yang menyebalkan. Ada yang tahu diri, ada pula yang tidak tahu diri. Ada yang sombong, ada pula yang rendah hati. Dan yang lebih fatal lagi, ada yang menuduh  Tuhan `Wanprestasi’ (ingkar janji) hanya karena doa dan hara­pannya tidak dikabulkan. la mengira hubungan Hamba dengan Tuhan seolah-olah laksana hubungan `Hutang-Piutang’.

Kita tak dapat pungkiri bahwa di panggung sandiwara ini tidak sedikit manusia sering `ber-ulah’. Namun, hanya manusia , yang tidak tahu diri, tidak mawas diri dan tidak dekat dengan Ilahi yang terperosok pada prilaku yang keterlaluan. Prilaku seperti kita  sering kita saksikan dalam universitas kehidupan ini. Orang banyak lupa diri ketika mendapatkan kekayaan; pon­gah, angkuh dan sombong ketika memegang kekuasaan; menuduh Tuhan `Wanprestasi’ apabila daftar keinginannya tidak dikabulkan. Apa lagi, bila manusia merasa sudah berdoa di tempat `mustajab’ seperti, di Multazam, di Jabal Rahmah, di Padang Arafah, dan di Raodhah.

Padahal, Tuhan tidak pernah melupakan janji-Nya, apalagi `Wanprestasi’. Tuhan berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, Aku akan jawab doamu (Qs. Alghafir :60), Mintalah kepada-Ku, Aku akan kabulkan permintaanmu.” (Qs.Albaqarah:186). Hanya saja cara Allah mengabulkan doa hamba-Nya itu be­raneka ragam. Ada yang dikabulkan langsung sesuai yang di­minta; ada yang dikabulkan dengan memberi sesuatu tidak seperti yang diminta; dan ada pula yang ditangguhkan untuk sementara waktu. Semuanya itu tiada lain adalah untuk kepent­ingan dan kebahagiaan manusia itu sendiri. Bukankah Allah Maha Rahman, Maha Rahim, Maha Tahu, dan Maha segala-gala-Nya. Hanya saja banyak di antara kita yang tidak pandai mensyukuri nikmat yang diberikan.

Manusia memang sering lupa bahwa nikmat Tuhan berupa: kesehatan, kebugaran, kekuasaan, kekayaan, perasaan senang, dan lain sebagainya adalah `prestasi’ Tuhan yang diberikan ke­pada setiap hamba-Nya. Kita tak dapat bayangkan berapa ban­yak biaya yang harus kita keluarkan untuk membayar oksigen yang kita hirup apabila Tuhan mengenakan `tarif’. Begitu pula sewa Matahari, bumi dan lain sebagainya. Semua kita nikmati dengan gratis. Bila hal ini kita yakini sebagai `prestasi’ Tuhan, mengapa pula kita sering berprasangka buruk apalagi `menuduh-­Nya `wanprestasi’ terhadap janji-Nya? Jawabnya, karena ke­banyakan hati dan pikiran kita telah diracuni oleh virus penyakit gila dunia, gila materi, gila kekuasaan dan gila segala-galanya.

Potret manusia seperti ini luar biasa banyaknya: Kita pun mudah mengenal dengan melihat perilaku yang ditampilkan dalam panggung sandiwara ini. Misalnya, ketika manusia be­lum berkuasa, la merengek-rengek minta dukungan. Tetapi set­elah berkuasa, ia lupa pendukungnya bahkan pura-pura tidak mengenal. Ketika miskin, la rajin ke masjid, dan berjanji  menginfaqkan sebagian hartanya untuk orang-orang jompo. Namun ketika kaya, la sudah malas ke masjid dan sangat kikir. Bahkan ia lupa diri, lupa ayah dan ibu yang membesarkan, lupa guru dan sahabatnya serta lupa daratan.

Sebagai orang yang beriman perilaku di atas perlu kita was­padai sebab jangan sampai virus tersebut menyerang hati dan pikiran kita. Salah satu langkah yang perlu dilakukan untuk memblokir virus ini adalah memperbanyak zikir kepada Allah sembari memohon perlindungan-Nya.

Filed under: Opini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Welcome Myspace Comments

Penulis

Waktu

Tulisan-tulisan yang telah dimuat di berbagai media cetak lokal seperti Palopo Pos, Harian Fajar, Majalah Payung Luwu dan BUletin BPSDM yang memaparkan tentang fenomena sosial yang terjadi di Indonesia serta karya-karya yang bernafaskan Islam.

Anda Pengunjung Ke

Telah dikunjungi oleh

  • 119,407 pembaca

Deteksi Lokasi

Terima Kasih Kunjungannya

Thank You Myspace Comments
%d bloggers like this: