Prof. Dr. H. Paisal Halim, M.Hum

Di Atas Langit Masih Ada Langit

Pembangkang Zakat

MENGELUARKAN zakat merupakan kewajiban bagi setiap orang beriman yang mampu. Kewajiban ini mutlak dan tidak dapat ditawar. Bagi orang Yang mam­pu lalu tidak mau mengeluarkan zakat dicap oleh Allah  sebagai orang musyrik dan diancam dengan hukuman neraka wail bagin­ya. Pernyataan ini dikemukakan oleh Allah  dalam Alquran: “Neraka wail bagi orang musyrik yaitu mereka yang tidak mau mengeluarkan zakatnya.”(QS. Fussbilat:7).

Selain pernyataan di atas, Bagin­da Rasul dalam salah satu haditsnya menggambarkan betapa berat­nya hukuman bagi orang yang mam­pu lalu membangkang untuk men­geluarkan zakat. Gambaran ancaman hukumannya antara lain disebutkan sebagai berikut: Tiada orang yang mempunyai emas-perak lalu tidak mau mengeluarkan zakatnya, melainkan jika tiba hari qiyamat emas dan peraknya itu akan dibentuk berupa lempengan lalu dipanggang di neraka jahannam. Kemudian lem­pengan tersebut diseterikakan di dahi, di pinggang, dan di punggung pemiliknya.”

Mendengar penjelasan tersebut, para sahabat pun bertanya lagi: “Bagaimana dengan lembu dan kamb­ing?” Baginda Rasul menjawab: °Tiada seorang pemi­lik lembu dan kambing yang tidak mengeluarkan zakat­nya, melainkan bila tiba hari qiyamat, akan dibentang­kan di lapangan luas dan tidak tertinggal daripadanya satu pun. Tidak ada lembu dan kambing yang tandukn­ya bengkok atau patah atau tidak bertanduk. Kesemuanya binatang itu akan menginjak dan menanduk tuannya. Tiap binatang yang terakhir menginjak dan menanduk akan diulang lagi oleh binatang yang perta­ma yang dalam masa sehari sama dengan lima puluh ribu tahun, hingga ditunjukkan jalannya ke sorga atau ke neraka.(B.R Bukhari Muslim).

Gambaran hukuman di atas sungguh merupakan peringatan keras bagi kita sekaligus menjadi pelaja­ran agar kita selalu mawas diri, hadap diri, dan intro­peksi diri jangan sampai kita termasuk orang yang mampu lalu tidak mau mengeluarkan zakat. Kita patut waspada atas peringatan tersebut karena jangan sam­pai harta yang selama ini kita cari, kita kumpul, kita pelihara dan kita jaga, lalu harta yang kita kumpul itu menyetrika, menginjak, menggigit dan menyiksa kita di hari qiyamat nanti.

Kita tentu masih ingat bagaimana akhir nasib Qarun yang dilaknat oleh Allah  atas perbuatannya yang mem­bangkang untuk mengeluarkan zakat, infaq, dan shadaqah dari harta yang dititipkan kepadanya. Demiki­an’ melimpahnya reski yang diberikan sehingga kunci gudangnya saja harus dipikul oleh tujuh orang budak bila ingin buka gudang. Namun, karena kesombonga­nnya lalu Allah  menenggelamkannya di perut bumi ber­sama seluruh hartanya.

Tamsil di atas diharapkan dapat menjadi pelajaran jangan sampai apa yang kita miliki sekarang, berupa emas, perak, kebun, ternak, empang, rumah, kendaraan, dan deposito di berbagai bank, telah tiba masa baul dan nisabnya lalu kita membangkang untuk mengeluarkan zakatnya. Bila bal ini kita lakukan berarti kita mewarisi sifat dan perilaku Qarun yang dilaknat oleh Allah.

Kita berharap, semoga dengan latihan puasa Ra­madan, kita dapat mengasah rohani untuk selalu mengingat Allah sekaligus mensyukuri nikmat yang diberikan. Salah satu wujud dari mengingat Allah  dan mensyukuri nikmat yang diberikan tersebut adalah kita mau mengeluarkan zakat, infaq, dan shadaqah dari reski yang diberikan. Bal terse­but perlu dilakukan sebab orang yang membang­kang mengeluarkan zakat hartanya (mampu lalu tidak mau) sesungguhnya ia adalah musyrik yang ancaman hukuman baginya tiada lain adalah ner­aka wail yang menyala-nyala.(*)

Filed under: Opini Islami

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Welcome Myspace Comments

Penulis

Waktu

Tulisan-tulisan yang telah dimuat di berbagai media cetak lokal seperti Palopo Pos, Harian Fajar, Majalah Payung Luwu dan BUletin BPSDM yang memaparkan tentang fenomena sosial yang terjadi di Indonesia serta karya-karya yang bernafaskan Islam.

Anda Pengunjung Ke

Telah dikunjungi oleh

  • 119,407 pembaca

Deteksi Lokasi

Terima Kasih Kunjungannya

Thank You Myspace Comments
%d bloggers like this: