Prof. Dr. H. Paisal Halim, M.Hum

Di Atas Langit Masih Ada Langit

PENSIUN DAN ALMARHUM

PANGKAT, jabatan, kedudukan dan gelar yang disan­dang dan dipandang anak manusia selama ini pasti akan berujung pada pangkat dan jabatan yang paling tinggi yakni pensiun dan almarhum. Preposisi ini dia­jukan oleh universitas terbesar di dunia yakni universitas of life atau universitas kehidupan. Kebenaran preposisi ini dibuktikan dengan menunjukkan beberapa fakta dalam kehidupan. Tak terbilang setiap saat kita menyaksikan saudara, sahabat, keluarga dan tetangga serta teman sekantor menerima pangkat dan jabatan tertinggi itu. Penerimaa pangkat dan jabatan itu ditandai dengan penyerahan SK pensiun dari pemerintah yang berkuasa dan penobatan SK almarhum dari Allah SWT yang maha kuasa.

Dalam acara penobatan pemberian SK almarhum dari Sang Maha Kuasa, manusia patut untuk merenung sebab tak terbilang sang jenderal, sang guru besar, sang politisi ulung, sang konglomerat, sang birokrat sejati dan sang juara lainnya, ketika diantar ke penga­dilan kubur ia hanya dengan pakaian murahan yang berwarna putih. Padahal di lemarinya tak terbilang pakaian yang berharga jutaan rupiah begitu pun keti­ka diusung ke pekuburan, tak terbilang sang tokoh tersebut hanya diangkut dengan mobil rongsokan (ambulance), padahal tak terbilang mobil berbagai merk parkir di rumahnya.

Demikian pula dengan deposito di berbagai bank, sertifikat tanah, emas dan perak, prestasi dan reputasi yang diraih selama hidup, semuanya hanya tinggal kenangan dalam daftar kurikulum vitae. Bahkan ucapan belasungkawa,di berbagai media cetak, iringan mobil yang panjang dan tembakan salvo di pemaka­man tidak mampu mempengaruhi malaikat Mungkar dan Nakir untuk menunda kelangsungan proses peng­adilan di alam barzah.

Semua ini memberi pelajaran pada kita bahwa ternyata harta, tahta, wanita dan toyota yang dikejar dengan susah payah selama hidup, tidak satu pun yang setia menemani hingga ke liang lahat terlebih di peng­adilan akhirat. Bahkan tidak jarang apa yang ditinggal­kan tersebut menjadi sumber pemicu konflik dalam keluarga. Di sisi lain, kita meyakini bahwa di alam Barzah Malaikat Mungkar dan Nakir akan meminta pertanggungjawaban semua apa yang di tinggalkan tersebut. Baik mengenai cara memperoleh harta dan jaba­tan itu maupun cara menggunakannya. Tidak ada satu pun manusia yang dapat lolos dari pertanggungjawa­ban itu karena Allah  setiap saat memonitor dan men­cover segala perbuatan manusia. Baik perbuatan yang tersurat, tersirat, tersorot maupun yang terseret sekalipun.

Sebagai seorang beriman, kita meyakini akan ke­beradaan tim profesional tersebut, namun survey lapang sering menunjukkan bahwa tidak sedikit diantara kita yang tetap berani menyalah gunakan amanah yang dipercayakan. Bahkan kita berani melanggar sumpah jabatan dan menggadai keyakinan yang kita miliki hanya untuk merebut harta, tahta, wanita dan Toyota. Lalu pertanyaan yang muncul adalah mengapa kita masih berani melanggar “rule of game” dari Sang Maha Kuasa. bila kita meyakini bahwa Allah  pasti melihat, pasti mengetahui dan pasti meminta pertanggungjawabannya? Jawabnya tentu ada pada diri kita masing-masing. Seiring dengan pertanyaan tersebut, kita pat­ut untuk menyadari bahwa sesungguhnya pangkat, jabatan dan gelar yang kita sandang dan kita agungkan selama ini pasti akan berujung dengan surat keputusan yang paling tinggi yakni Pensiun dan Almarhum.

Karena itu kita perlu berbenah diri, hadap diri sekaligus mawas diri, sebab kita semua ini sudah masuk dalam catatan “waiting list’ calon penerima SK pensiun dari yang berkuasa Dan SK almarhum dari Yang Maha Kuasa. Kita berharap semoga dalam pen­erimaan tersebut Allah  tetap memercikkan hidayah dan taufiq-Nya kepada kita semua.

Filed under: Opini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Welcome Myspace Comments

Penulis

Waktu

Tulisan-tulisan yang telah dimuat di berbagai media cetak lokal seperti Palopo Pos, Harian Fajar, Majalah Payung Luwu dan BUletin BPSDM yang memaparkan tentang fenomena sosial yang terjadi di Indonesia serta karya-karya yang bernafaskan Islam.

Anda Pengunjung Ke

Telah dikunjungi oleh

  • 119,407 pembaca

Deteksi Lokasi

Terima Kasih Kunjungannya

Thank You Myspace Comments
%d bloggers like this: