Prof. Dr. H. Paisal Halim, M.Hum

Di Atas Langit Masih Ada Langit

RAMADHAN DAN PIALA CITRANYA

ALHAMDULILLAH, sungguh kita patut bersyukur kehadirat Allah SWT. atas limpahan rahmat dan taufiq-Nya yang dicurahkan, sehingga kita masih diberikan kesempatan untuk menambah tabungan Deposito akhirat kita pada bulan Ramadhan tahun 2001 ini. Tabungan Deposito tersebut akan diriikmati hasilnya di rumah masa depan kita yang abadi yakni pada hari kemudian nanti.

Sebagaimana diketahui bahwa Allah SWT setiap tahun, melalui bulan suci Ramadhan selalu menyiapkan ” Piala Citra” untuk diperebutkan oleh segenap kaum muslimin dan mus­limat di seluruh penjuru dunia.

Piala Citra” ini sejak dahulu hingga akhir zaman terus diperebutkan dalam suatu kompetisi terbuka. Organizing Commitenya pun sudah tetap dan tidak akan berubahah lagi sepanjang masa. Mereka bersih dari KKN, sangat independen, sangat jujur, sangat diper­caya dan sangat profesional. Panitia ini bekerja siang dan malam. Mereka tidak  mengenal lelah, lesu dan loyo. Mereka tidak butuh makan dan minum; Juga tidak suka pangkat, jabatan, gelar dan kedudukan. Bukan itu saja, bahkan panitia ini juga tidak suka dengan harta, wanita, tahta dan mobil toyota. Itulah sebabnya sangat sulit bagi manusia melakukan pendekatan untuk mengatur pemenang dalam kompetisi tersebut.

Panitia ini, juga telah menyiapkan dan prasarana kompetisi secara lengkap. Misalnya, setiap peserta te­lah dibuatkan ” file ” masing-masing. Baik file biodata peserta berupa curiku­lum vitaenya, maupun tile mengenai prestasi dan reputasinya. Semuanya tersimpan lengkap dalam dokumen or­ganizing Comite.

Panitia itu adalah Malaikat Rakib dan Atid. Karena itu tidaklah diherankan apabila dalam kompetisi Ramadhan ini, panitia tidakmengenal adanya suap, sogok, dan protes-protesan. Baik protes antar peserta maupun antar pe­serta dengan panitia sebagaimana ko­mpetisi lainnya. Kompetisi ini benar­benar berlangsung secara adil, terbu­ka, dan tidak mengenal pendekatan. Baik pendekatan politis, adat, birokrat, harkat maupun pendekatan martabat.

Demikian pun terhadap dewan yuri dalam kompetisi ini. Pula sangat inde­pendent, sangat obyektif, sangat jujur dan sangat adil. la tidak memihak, tidak terpengaruh dengan apapun dan siapa pun karena la memiliki sifat-sifat yang sangat Maha. Seperti Maha Agung, Maha mulia, maha Add, Maha Kua­sa dan tidak ada yang menyamaiN­ya. Dewan yuri yang dimaksud ad­alah The Master of The Day After yakni Allah SWT.

Meskipun kompetisi ini dilaksanakan secara terbuka dan bersifat global, na­mun peserta kompetisi ini sangat sele­ktif yakni khusus bagi orang – orang yang beriman. Kriteria ini diterapkan oleh karena kompetisi ini sangat berat dan terkait dengan hawa nafsu.

Hanyalah orang yang beriman saja yang mampu melawan hawa nafsu. Tanpa Iman manusia tidak akan mam­pu melawan gejolak hawa nafsu itu. It­ulah sebabnya salah satu persyaratan untuk mengikuti kompetisi ini adalah harus orang yang beriman.

Persyaratan ini secara tegas diteta­pkan dalam AI-Qur’anul Karim surah AI Baqarah dimana Tuhan berfirman “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa, sebagaim­ana diwajibkannya orang -orang sebelum ­kamu. Mudah-mudahan kamu termasuk ­orang yang bertaqwa. (Al Baqarah :183)

Selain itu rujukan lain yang dapat dipegangi adalah hadits Rasulullah Dalam suatu riwayat disebutkan bahwa tak kala Beliau kembali dalam perang Badar , perang yang sangat dahsyat pada saat itu. Saking dahsyatnya banyak diantara para sahabat nabi yang gugur. Namun di kala itu Beliau bertutur kepada sahabat-sahabatnya. Wahai sahabat-sahabatku, kita baru saja aia kembali dari suatu peperangan yang kecil dan kini kita akan menuju ke perang yang lebih besar.

Mendengar ucapan Rasulullah itu, para sahabat terperanjat dan bertanya, ­Wahai Rasulullah masihkah ada perang yang lebih besar dari perang Badar ini? dan bila masih ada, perang apakah itu, wahai Rasulullah? Rasul menjawab. Masih ada. Perang yang lebih besar dari perang badar ini adalah ­perang melawan hawa nafsu.

Ini dikemukakan karena pada waktu itu umat Islam akan memasuki bulan suci ramadhan dimana seluruh orang yang beriman diwajibkan atasn­ya untuk berpuasa. Berpuasa menurut Rasulullah, adalah perang yang sangat besar karena musuh dari  peperangan itu berada dalam diri manusia yakni hawa nafsu itu sendiri.

Dikatakan demikian berat karena berpuasa tidak hanya sekedar menahan makan, menahan minum , menahan tidak berhubungan badan dengan istri pada siang hari , tetapi jauh dari pada itu semua. Puasa pada hakekatnya sel­ain menahan lapar dan haus juga terutama menahan perasaan, pikiran, pen­dengaran, penglihatan dan anggota badan lainnya untuk tidak melakukan hal-hal yang keji dan bertentangan dengar, norma-norma agama.

Perang melawan hawa nafsu ini jauh lebih berat dibandirig dengan perang Badar dan perang lainnya. Sebab apa­bila manusia tidak mampu mengenda­likan hawa nafsunya, maka ia akan menjadi manusia yang lebih Was dari binatang buas.

Dengan kebuasannya, manusia da­pat memakan aspal dan batu melalui proyek pengaspalan; dengan kebua­sannya manusia mampu mengunyah dan menelan kabel Telepon dan Lis­trik lewat proyek pengadaannya dan dengan kebuasannya manusia dapat dengan mudah’ menggigit batu bata, besi baja dan diridirig beton, lewat ber­bagai proyek Bukan itu saja bahkan undang-undang, KUHP, kitab-kitab serta peraturan lainnya dapat dengan mudah dilumat begitu saja oleh manu­sia akibat kebuasannya Dan masih banyak lagi yang dapat terjadi akibat dorongan hawa nafsu itu.

Lihat sajalah betapa kejamnya Raja Fir’aun yang membunuh manusia se­suka hatinya. Demikian pun Namruts sang diktator tulen yang begitu pon­gah mengangkat dirinya sebagai Tuhan serta membunuh manusia siapa saja Yang dikehendaki kala itu. Juga lihat­lah betapa kejamnya Hitler dan Muz­zolini pada saat memerintah. Ratusan dan bahkan ribuan manusia mati aki­bat penderitaan dari kedua pemimpin tersebut. Sekarang pun demikian . Manusia dihantui oleh teroris yang sem­pat membunuh ribuan orang dalam waktu sekejap pada peristiwa WTC september lalu. Serta lihatlah bagaim­ana pemerintah Amerika bersama sekutunya yang menggempur Afghan­istan dengan semaunya. Bahkan masih sederetan lagi sang raja lalim,diktator, kejam, bengis dan biadab yang ber­buat seperti itu hingga sekarang dan yang akan datang. Kesemua ini dilaku­kan karena hanya memperturutkan hawa nafsu semata.

Melalui tulisan ini pula, juga dapat disajikan sisi lain dari akibat hawa nafsu yang tidak terkendali itu. Misalnya, berapa banyak anak manusia dipermu­kaan bumi ini yang membunuh orang tuanya sendiri dengan cara yang sadis. Demikian pun berapa banyak jumlah­nya manusia di permukaan bumi ini, baik sebagai suami,isteri maupun saudara, tetangga, keluarga dan sahabat saling membunuh, saling mencaci, menghina, menipu dan menfitnah satu sama lain. Bukan itu saja, bahkan berapa ban­yak penganiayaan, perampokan, pe­merkosaan, penindasan, penjudian, pelacuran, pembakaran dan sebagain­ya yang terus terjadi di dunia ini akibat tak terkendalikannya hawa naf­su itu. Kesemua ini sungguh sangat menyayat kalbu. dan menyengsarakan orang banyak.

Ditambah lagi, hawa nafsu ini tidak mengenal merek. la mengoyak-ngoy­ak keyakinan dan keimanan setiap or­ang. Mulai dari rakyat hingga pejabat, juga penguasa dan pengusaha, tua­ muda, laki-perempuan, santri- kiyai; polisi – jaksa ;hakim- pengacara dan sebagainya. Atas dorongan hawa naf­su itulah, kita sering menyaksikan ber­bagai kesalahan yang dibuat manusia, baik kesalahan terstruktur maupun ke­salahan terprogram.

Misalnya: salah duga, salah asuh, salah gasak, salah gesek dan salah gosok. Atau mungkin juga salah pro­gram, salah pilih, salah menempatkan, dan salah tanda tangan. Mungkin juga salah tangkap, salah proses, salah tun­tut, salah vonis, salah bidik, dan sebagainya.Atau mungkin sengaja membuat kesalahan karena mengigin­kan jabatan, menyenangkan atasan, melanggengkan kekuasaan atau me­menuhi kebutuhan.

Gugurnya peserta tersebut terlihat pada hari pertama Ramadhan hingga hari ini (babak perempat final ).Pun peserta yang gugur terse but tidak jauh dari sekitar kita juga Mulai dari atasan, bawahan, sahabat, kerabat, tetangga, keluarga, dan mungkin saudara dan is­teri sendiri. Karena itu adalah suatu kehormatan bagi setiap orang apabila mampu mengikuti kompetisi ini hingga sampai di babak final (minggu keem­pat) dari bulan Ramadhan ini.

Apabila kita mampu mengikuti ko­mpetisi itu, berarti kita termasuk salah seorang nominator yang diberikan kesempatan oleh Allah untuk meraih medali piala citra itu. Karenanya mari terus pelihara kepercayaan ini dengan tetap menjaga iman dan keyakinan kita agar kita tidak tergelincir mengikuti cumbu rayu syaitan yang ada di seke­liling kita.

Semoga saja di bulan ramadhan ini Tuhan tetap memberikan kekuatan dan kemampuan pada kita semua untuk terus maju ke babak final dan tetap mampu menahan lapar dan dahaga, menahan hawa nafsu. Pula mampu menahan diri dari benci,dendam, fitnah dan permusuhan serta menahan dari perkataan dan perbuatan yang keji.

Sebelum mengakhiri tulisan ini, saya mengajak kepada kita semua untuk memanfaatkan kesempatan yang baik ini guna menambah tabungan deposito akhirat melalui berbagai amal kebaji­kan. Hidupkanlah terus malam ra­madhan dengan shalat tarawih dan baca alqur’ an. Karena sungguh manu­sia sangat rugi,sekali lagi sangat rugi apabila manusia tidak memanfaatkan bulan ini.. Bila kita terus melakukan amaliah ramadhan dengan penuh key­akian dan keikhlasan Insya Allah Dew­an yuri bersama organizing comitenya akan menetapkan kita sebagai salah seorang pemegang PIALA CITRA di tahun 2001 ini, yakni manusia yang paling mulia di sisi Allah Swt dan mendapat jaminan sebagai penghuni sorga di hari kemudian nanti. Semoga Tuhan senantiasa memberkati seluruh puasa dan amal kebajikan yang per­nah kita perbuat.

Filed under: Opini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Welcome Myspace Comments

Penulis

Waktu

Tulisan-tulisan yang telah dimuat di berbagai media cetak lokal seperti Palopo Pos, Harian Fajar, Majalah Payung Luwu dan BUletin BPSDM yang memaparkan tentang fenomena sosial yang terjadi di Indonesia serta karya-karya yang bernafaskan Islam.

Anda Pengunjung Ke

Telah dikunjungi oleh

  • 119,407 pembaca

Deteksi Lokasi

Terima Kasih Kunjungannya

Thank You Myspace Comments
%d bloggers like this: