Prof. Dr. H. Paisal Halim, M.Hum

Di Atas Langit Masih Ada Langit

Ramadhan: Kompetisi Terbuka

BAGI umat Islam, bulan Ramadan merupakan bulan suci, bu­lan penuh rahmat dan ampunan, bulan uji keimanan dan juga bulan ajang kompetisi terbuka. Kompetisi ini berlangsung di seluruh penjuru dunia dan terbuka untuk umum. Dalam kom­petisi tersebut, Allah menyiapkan “Piala Citra” bagi pemenang­nya berupa ” tiket” untuk masuk surga dan pengampunan sega­la dosa yang pernah diperbuat.

Demikian terpercayanya panitia kompetisi ini sehingga pe­serta tidak pernah melakukan protes. Baik protes terhadap atu­ran kompetisi maupun protes terhadap “pemenang dalam kom­petisi tersebut. Kompetisi ini benar- benar berlangsung secara adil, terbuka, dan “streril” dari berbagai bujukan. Dewan juri dalam kompetisi ini pun sangat independen, objektif, jujur, dan adil. la tidak pernah memihak, karena la memiliki sifat yang serba Maha.

Dilihat dari segi sarana lomba yang dimiliki panitia kompeti­si terbuka ini sungguh sangat lengkap. Saking lengkapnya seh­ingga setiap peserta telah disiapkan “file” masing-masing. Dalam “file” tersebut telah terekam biodata peserta mulai dari curricu­lum vitae, prestasi, reputasi hingga daftar dosa yang pernah diper­buat.

Sebagai kompetisi terbuka, setiap peserta dipersyaratkan memiliki kualifikasi “iman”, sebab kompetisi ini sangat berat dan ketat. Hasil survey lapang menunjukkan bahwa hanya orang yang memiliki kualifikasi iman sajalah yang mampu lolos mengikuti babak final kompetisi tersebut. Persyaratan ini wajib dipenuhi sebagaimana Allah menegaskan dalam surah Al Baqa­rah ayat 183 yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa, sebagaimana diwajibkannya orang -orang sebelum kamu. Mudah-mudahan kamu menjadi orang yang bertakwa.” (Al Baqarah: 183)

Perang melawan hawa nafsu jauh Iebih berat dibanding perang Badar dan perang lainnya, sebab bila manusia tidak mampu mengendalikan hawa nafsunya, maka ia akan lebih buas dari binatang buas sekalipun.

Hawa Nafsu tidak mengenal merek. Ia menyerang siapa saja, kapan saja dan dimana saja. la menyerang mulai dari rakyat hingga pejabat; la menyerang penguasa, pengusaha, santri-kiai; polisi jaksa; hakim-pengacara dan sebagainya. Akibat dari seran­gan itu banyak manusia, saling membunuh, saling mencaci, menghina, menipu, dan menfitnah satu sama lain. Bahkan pen­ganiayaan, perampokan, pemerkosaan, penindasan, penjudian, pelacuran, pembakaran banyak terjadi di dunia ini akibat tidak terkendalinya hawa nafsu itu.

Atas dorongan hawa nafsu, kita sering menyaksikan berb­agai kesalahan yang dibuat manusia, baik kesalahan terstruktur ‘­maupun kesalahan terprogram. Misalnya: salah duga, salah tang­kap, salah proses, salah tuntut dan salah bidik. Atau mungkin juga sengaja membuat kesalahan karena menginginkan jabatan, menyenangkan atasan, atau melanggengkan kekuasaan. Semua kesalahan tersebut membuat jutaan manusia akibat hancurnya peradaban, keadilan, etika, dan rasa kemanusiaan.

Demikian fatalnya akibat yang ditimbulkan hawa nafsu itu, sehingga Allah Swt. menjanjikan “Piala Citra” bagi peserta kompetisi yang mampu melawan hawa nafsunya berupa predikat, sebagai orang yang paling mulia di sisi Allah SWT. Sebagai peserta, kita patut bersyukur karena Allah masih memberikan kesempatan untuk mengikuti kompetisi di bulan Ramadan ini. Betapa tidak, universitas kehidupan ini telah banyak menunjukkan fakta bahwa tak terbilang sahabat, kerabat, tetangga, keluarga, dan saudara kita tidak ikut dalam kompetisi terbuka ini karena telah berpulang ke Rahmatullah. Kompetisi ini sungguh merupakan suatu kehormatan, sebab Allah masih memberi kesempatan kepada kita sebagai salah seorang yang akan meraih “piala citra” dari Sang Maha Sutradara.

Bila semua ini dapat kita lakukan dengan tulus, insya Allah kita akan menjadi salah seorang calon peraih “piala citra” dalam kompetisi terbuka ini. Karena itu mari kita perkuat tekad untuk meraihnya dengan satu prinsip: kalau bukan kita, siapa lagi dan kalau bukan sekarang, kapan lagi.

Filed under: Opini Islami

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Welcome Myspace Comments

Penulis

Waktu

Tulisan-tulisan yang telah dimuat di berbagai media cetak lokal seperti Palopo Pos, Harian Fajar, Majalah Payung Luwu dan BUletin BPSDM yang memaparkan tentang fenomena sosial yang terjadi di Indonesia serta karya-karya yang bernafaskan Islam.

Anda Pengunjung Ke

Telah dikunjungi oleh

  • 119,407 pembaca

Deteksi Lokasi

Terima Kasih Kunjungannya

Thank You Myspace Comments
%d bloggers like this: