Prof. Dr. H. Paisal Halim, M.Hum

Di Atas Langit Masih Ada Langit

Virus Pujian dan Penghormatan

Berceloteh tentang virus, bukanlah sesuatu yang asing sebab hampir setiap orang pernah mendengar atau membacanya. Apalagi baru-baru ini, dunia digegerkan dengan serangan virus SARS yang banyak menelan korban jiwa di belahan dunia termasuk Indonesia. Selain virus SARS juga dikenal virus AIDS virus Antrax, virus komputer dan berbagai macam virus lainnya. Apa pun nama dan merek virus itu, semuanya sangat berbahaya karena dapat mengkanvaskan aktivitas manusia apabila virus tersebut menyerang. Salah satu virus yang juga perlu diwaspa­dai adalah virus pujian dan penghormatan. Virus ini tidak ter­daftar dalam kitab kompilasi virus yang beredar di pasaran. Itu sebabnya virus ini tidak memiliki merek ataupun label lainnya.

Daya kerja virus ini sangat ganas semisal virus lainnya. La menyerang siapa saja dan kapan saja. Ia menyerang ilmuan, agamawan, olahragawan, hartawan, wartawan, penguasa, pengusa­ha, konglomerat sekalipun. Gaya serang virus ini sangat berbeda dengar virus lainnya. Gaya serangnya hanya membuat orang mabuk sehingga lupa diri, lupa daratan dan lupa pada Yang Maha Kuasa.  Misalnya  bila virus ini menyerang penguasa maka penguasa itu akan mabuk kekuasaan. Ia akan berbuat seenaknya. Seperti  menggusur setiap orang yang berbeda pendapat dengannya; tidak suka diberi saran, ucapan­nya harus lebih tajam dari undang-undang dan lain sebagainya. Demikian pun bila menyerang orang berilmu. Orang tersebut akan mabuk. Akibatnya, ia merasa paling benar paling pintar, merasa serba tahu, serba bisa dan serba-serbi lainnya.

Sesungguhnya, Islam tidak pernah melarang seseorang untuk memberikan dan menerima pujian asal saja pujian dan peng­hormatan itu tidak berlebihan. Bahkan Islam mensunnahkan pemeluknya memberikan pujiun dam penghormatan kepada sese­orang agar orang tersebut dapat berbuat yang lebih baik lagi. Bukankah Rasulullah SAW sendiri memberikan pujian dan penghormatan kepada sahabatnya dengan berbagai gelar. Mis­alnya Abu Bakar diberi gelar Ash- Shiddiq, Umar bin Khattab dengn pujian AI-Faruq: Ali bin Abi Thalib dengan sanjungan pintunya ilmu: Khalid bin Walid dengan julukan Pedang Allah dan lain sebagainya. Namun semua pujian, gelar dan julukan yang diberikan itu tidaklah mendorong para sahabat untuk berbangga diri apalagi lupa diri.

Baginda Rasulullah!! Saw sendiri selaku nabi dan rasul melarang sahabatnya memberikan pujian dan penghormatan yang berlebihan kepadanya. Misalnya berdiri untuk menghor­mati beliau sebagaimana orang di luar Islam menghormati pemimpin dan rajanya. Bahkan dalam salah satu hadits, beliau mengecam orang-orang yang suka dihormati secara berlebi­han. Beliau bersabda: Barang siapa yang suka orang lain ber­diri untuk menghormatinya, maka hendaklah ia bersedia men­empati tempat duduknya dari api neraka (HR. Abu Daud). Adapun ciri orang yang diserang virus ini dapat dikenai mela­lui sikap Dan prilaku yang ditampilkan setiap hari. misalnya: tidak mau dikritik: tidak mau menerima saran bahkan orang lain yang berbeda pendapat dianggap lawan yang merongrong kekuasaan dan kehebatannya, selain itu orang ini selalu rindu untuk dipuja, dipuji.

Padahal virus tersebut sekali lagi lebih hebat dari kanker dan tumor ganas sekalipun. Sebagai orang beriman, kita yakin bahwa di dunia ini hanya tempat transit dan tempat mencari amal kebajikan untuk dibawa menuju rumah masa depan yang abadi di akhirat. Kita pula yakin bahwa pangkat yang disandang, kekuasaan yang digenggam, titel yang berenteng, tanda jabatan yang bertengger, deposito di berbagai bank, sertifikat tanah dan rumah yang bertumpuk. Seluruhnya tidak memiliki arti apa-apa apabila tidak digunakan di jalan yang diridhoi oleh Allah SWT. Apalagi bila digunakan hanya untuk mengejar dan membeli pujian dan penghormatan dari sesama manusia.

Filed under: Opini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Welcome Myspace Comments

Penulis

Waktu

Tulisan-tulisan yang telah dimuat di berbagai media cetak lokal seperti Palopo Pos, Harian Fajar, Majalah Payung Luwu dan BUletin BPSDM yang memaparkan tentang fenomena sosial yang terjadi di Indonesia serta karya-karya yang bernafaskan Islam.

Anda Pengunjung Ke

Telah dikunjungi oleh

  • 119,407 pembaca

Deteksi Lokasi

Terima Kasih Kunjungannya

Thank You Myspace Comments
%d bloggers like this: