Prof. Dr. H. Paisal Halim, M.Hum

Di Atas Langit Masih Ada Langit

BERKACA DI RUMAH SAKIT

PATUT diakui bahwa dewasa ini banyak pengelola rumah sakit telah mendesain rumah sakitnya semis­al hotel. Para pasien disiapkan beraneka kamar. Mu­lai dari kamar super vip, vip, kelas 1 hingga bangsal. Di kamar super Vip (orang-orang penting) tersedia AC, Kulkas, TV berwarna, dokter jaga dan sebagain­ya. Meskipun rumah sakit itu pelayanannya didesain semisal hotel namun orang yang menginap di kamar itu tetap saja berstatus sebagai orang sakit. baik sa­kit pisik maupun sakit jiwa. Namanya saja orang sa­kit, sangat rindu akan kedamaian. kebabagiaan dan kesembuhan.

Tak terbilang orang telah berbaring di rumah sakit. Mereka merintih, meraung, menangis, dan memo­hon pada siapa saja yang datang membesuk untuk memberikan doa dan pertolongan agar dapat sem­buh dari penyakit yang diderita. Demikian pedihnya suatu penyakit dan manfaat membesuk saudara dan sahabat yang ditimpa sakit sehingga Baginda Rasul mensunnahkan pengikutnya untuk membesuk orang sakit. Membesuk orang sakit selain pahalanya besar juga dapat menjadi obat penenang sekaligus doa bagi pasien.

Dapat dibayangkan bagaimana derita sang pasien yang ada di rumah sakit. Di ruang ber Ac atau di bangsal semua pasien bertarung dengan penyakit yang diderita. Mulai dari penyakit gula, kencing nan­ah, kencing manis, ginjal, jantung, sesak nafas, batuk darah , Malaria dan sejumlah penyakit lainnya. De­posito di berbagai bank, rentetan sertifikat tanah, gelar yang berenteng, piagam prestasi serta tanda kehor­matan yang dimiliki sang pasien tampaknya tidak memiliki arti apa-apa ketika orang ditimpa penyakit. Bahkan tidak sedikit pasien rela membeli obat semahal apapun dan rela membayar dokter ahli apa pun *asal dapat kembali sehat seperti biasa. Namun sur­vey lapang menunjukkan bahwa bukanlah dokter ,dan obat yang menyembuhkan suatu penyakit me­lainkan Allah SWT.

Demikian pentingnya arti kesehatan itu bagi manu­sia, hingga Baginda Rasul lima belas abad yang lalu telah berwasiat kepada pengikutnya sebagai berikut “Pergunakanlah masa hidupmu sebelum datang masa matimu. Pergunakanlah masa mudamu sebe­lum datang masa tuamu, Pergunakanlah masa se­hatmu sebelum datang masa sakitmu; Pergunakan­lah masa senggangmu sebelum datang masa sibuk­mu dan pergunakanlah masa kayamu sebelum da­tang masa miskinmu.

Wasiat ini perlu terus direnungkan untuk dijadikan sebagai pegangan dalam hidup dan kehidupan ini. Kita patut merenung sebab dengan merenung kita akan “hadap diri” sekaligus “akan tahu diri”. Dengan banyak merenung kita akan menyadari bahwa kita yang selama ini merasa kuat, merasa hebat, merasa kaya, merasa pintar dan merasa berkuasa hanya karena Tuhan masih memberikan rahman dan ra­himNya pada diri kita. Tetapi bila Tuhan mencabut rahman dan rahimNya itu misalnya dengan mencabut nikmat kesehatan maka seketika itu juga manusia tidak memiliki arti apa-apa. Lalu bila hal ini diyakini, masihkah kita akan angkuh, pongah dan sombong terhadap kelebihan yang kita miliki sekarang ini? Jawabnya tentu terpulang pada diri kita masing-mas­ing. Namun, yang jelas dan pasti setiap kita dituntut untuk selalu merenung dan mendekatkan diri ke­padaNya, karena sungguh kita semua ini berada dalam genggaman dan pengawasan Allah.

Kita berharap, semoga dengan berkaca pada rumah sakit, kita dapat menimba banyak pelajaran sekaligus mendorong kita untuk lebih banyak bersyukur atas ni­kmat kesehatan yang diberikan, sebab harga dan nilai kesehatan yang diberikan oleh Allah kepada manusia baru terasa ketika Allah mencabut nikmat kesehatan tersebut. Karena itu, ketika kita merasa diri sehat, per­gunakan kesehatan itu sebaik-baiknya untuk banyak mengingat Allah dan banyak berbuat amal kebajikan karena orang bijak sering mengingatkan bahwa hanya banyak mengingat Allah dan banyak berbuat amal kebajikan hidup ini akan damai dan tentram. Selain itu juga kita akan selamat dalam proses pengadilan, baik di pengadilan kubur maupun di pengadilan akhirat kelak.(‘)

Filed under: Opini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Welcome Myspace Comments

Penulis

Waktu

Tulisan-tulisan yang telah dimuat di berbagai media cetak lokal seperti Palopo Pos, Harian Fajar, Majalah Payung Luwu dan BUletin BPSDM yang memaparkan tentang fenomena sosial yang terjadi di Indonesia serta karya-karya yang bernafaskan Islam.

Anda Pengunjung Ke

Telah dikunjungi oleh

  • 119,407 pembaca

Deteksi Lokasi

Terima Kasih Kunjungannya

Thank You Myspace Comments
%d bloggers like this: