Prof. Dr. H. Paisal Halim, M.Hum

Di Atas Langit Masih Ada Langit

Biografi Jessie Bernard

Kehidupan dan karya Jessie Bernard ditandai oleh kapasitas untuk tumbuh dan berkembang luar biasa. Ia tak henti-

Jessie Bernard

hentinya memindahkan perhatian ke kawasan intelektual yang baru bagi dirinya. Proses pergeseran ini dilukiskannya dalam My Four Revolutions : An Autobiographical Account of the American Sociological Association (1973). Dalam artikel ini dan dalam karyanya kini, Bernard menyajikan revolusinya yang terakhir sebagai sebuah gerakan menuju feminisme masa kini atau menuju yang disebutnya “pencerahan feminis” (1987). Dengan merunut partisipasi Bernard dalam pencerahan feminis, kita dapat melihat banyak tentang partisipasi wanita dalam sosiologi Amerika abad 20.

Nama aslinya Jessie Ravitch, lahir di Minneapolis 8 Juni 1903. Pertumbuhan penting pertamanya terjadi ketika ia meninggalkan keluarga imigran Yahudinya untuk belajar di Universitas Minnesota di usia 17 tahun. Di Universitas ini ia tak hanya untuk pertama kali keluar dari lingkungan imigran namun yang lebih penting lagi, ia mulai mengaitkan dirinya dengan upaya membangun sosiologi sebagai profesi yang diakui penuh di dunia akademi Amerika. Ia menjadi murid Sorokin yang kemudian mendirikan jurusan sosiologi di Harvard, dan belajar dengan L.L. Bernard yang menjadi tokoh penting yang mendirikan The American Sociological Review. Jessie menjadi asisten Bernard selama empat tahun yang kemudian mengawininya tahun 1925. Studinya dengan Bernard memberinya landasan pendekatan positivistik atas sosiologi sebagai ilmu yang meninggalkan ciri-cirinya di seluruh karyanya yang terakhir dalam kemampuannya memindahkan riset kuantitatif menjadi riset kualitatif dan analisis kritis.

Jessie pindah bersama suaminya karena Bernard mendapatkan berbagai jabatan akademis. Ia mendapat Ph.D. dalam sosiologi di Universitas Washington di St. Louis tahun 1935. Pertengahan tahun 1940 keluarga Bernard berada di Universitas Negeri Pensylvania dan Jessie berada di pertengahan pertumbuhan positivismenya.

Jessie meninggalkan positivisme ketika menanggapi peristiwa Perang Dunia II. Kekejaman Nazi menghancurkan keyakinannya tentang kemampuan ilmu untuk mengetahui dan menciptakan sebuah dunia yang adil. Kekejaman Nazi ini juga membuatnya menguji kembali alasan kepindahannya ke AS selaku keluarga Yahudi. Pengalaman ini meningkatkan kepekaannya terhadap keadaan sosial seluruh pengetahuan walaupun secara pelan-pelan ia mampu beralih ke posisi feminis ini.

Bersamaan dengan perpecahannya dengan positivisme, pada pertengahan 1940 Jessie mulai membangun posisi akademisnya sendiri di Penn State. Suaminya meninggal 1951 namun Jessie tetap di Penn State hingga tahun 1960, mengajar, menulis dan mengasuh tiga orang anaknya. Selama dekade 1960-an ia bola balik antara Penn State dan Washington DC dan akhirnya meninggalkan dunia akademis untuk mencurahkan segenap perhatiannya pada tugas riset dan menulis. Sejak pertengahan tahun 1960-an ia menetap di Washington DC, meski ia tetap mengajar sebagai profesor di Penn State. Jadi selama dua dekade sesudah PD II merupakan periode lain pertumbuhan dan hasil perkembangan Jessie, pertama ia membangun identitas profesional untuk pertama kalinya yang terlepas dari suaminya, dan kemudian terlepas dari kungkungan konvensional dan mulai meningkatkan penolakan publik terhadap sosiologi sebagai ilmu positif.

Periode paling dramatis dari perkembangan Jessi adalah 1964 hingga kini. Fakta ini penting baik dilihat dari sudut kualitas dan kuantitas produktivitas Jessie maupun dari sudut apa yang ia katakan sendiri tentang pola karir kehidupan wanita. Selama periode ini Jessie telah menerbitkan 12 buku dan sejumlah besar artikel dan makalah yang membuktikan dirinya sebagai penerjemah utama sosiologi jender. Gerakannya ke tangga kepemimpinan ini ditandai oleh pola pertumbuhan dan perkembangan yang sama. Demikianlah, ia mengurangi peran kepemimpinan tradisional seperti mundur dari jabatan Presiden ASA untuk memusatkan perhatian pada kegiatan riset, menulis dan meningkatkan keterlibatan dalam gerakan wanita. Iapun mengkaji ulang tulisan-tulisan awalnya tentang keluarga dan jender, dan meningkatkan penafsiran feminisnya. Karya (1942), Marriage and Family among Negroes (1956), Remarriage : A Study of Marriage (1957), Akademic Women (1964), The Sex Game : Communication between the Sexes (1968), Women and the Public Interest : An Essay on Policy and Protest (1971), The Future of Motherhood (1974), Women, Wifes, Mothers : Value and Options (1975), The Female World (1980), The Future of Marriage (1982) dan The Female Worl from a Global Perspective (1978).

Karya di atas ditandai oleh empat kualitas esensial : kemampuannya mengemukakan data tingkat makro sebagai penunjang untuk mencapai kesimpulan tentang interaksi mikro dan pengalaman subjektif; ia makin mengakui pentingnya peran pengalaman subjektif dalam pembentukan struktur sosial makro; ia makin menekankan pada konteks sosial pengetahuan dan kebutuhan metodologi dalam meneliti kehidupan kelompok yang tak kelihatan itu di dalam dan dari kehidupan mereka sendiri tidak semata-mata hanya dengan membandingkannya dngan tipe patriarkis mereka; ia beralih dari kerangka keinginannya tentang kehidupan wanita dalam konteks tradisional sosiologi keluarga melalui bingkai yang memusatkan perhatian pada wanita dalam sosiologi jender ke kerangka sosiologi feminis dan kritis.

Selama karirnya Jessie telah mengumpulkan sejumlah tanda penghargaan dan penghargaan tertinggi yang diterimanya adalah hadiah yang ditunjukkan untuk menandai “orang yang telah menyumbang secara intelektual, profesional dan kemanusiaan terhadap dunia kerjasama dan feminisme” (Lipman-Blumen, 1979:55).

Filed under: Teori Sosiologi Modern,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Welcome Myspace Comments

Penulis

Waktu

Tulisan-tulisan yang telah dimuat di berbagai media cetak lokal seperti Palopo Pos, Harian Fajar, Majalah Payung Luwu dan BUletin BPSDM yang memaparkan tentang fenomena sosial yang terjadi di Indonesia serta karya-karya yang bernafaskan Islam.

Anda Pengunjung Ke

Telah dikunjungi oleh

  • 119,407 pembaca

Deteksi Lokasi

Terima Kasih Kunjungannya

Thank You Myspace Comments
%d bloggers like this: